Senin, 14 November 2016

Clipping mask penuh kasih sayang

Cara membuat Clipping Mask di Photoshop

Teman-teman udah pada tahu belum apa itu clipping mask ?
 Clipping Mask itu simple aja yaitu tulisan yang di dalamnya ada gambar. Sehingga  tulisan yang teman-teman buat akan memiliki arti dan gambaran nyata dengan perpaduan gambar yang terdapat di dalamnya. Ayo kitya lihat tutorialnya :
1. Buka aplikasi Adobe Photoshop CC atau versi lain yang telah terinstal di Laptop masing-masing.
2. Ketik Ctrl+N, lalu ubah panjang dan lebar sesuai yang kamu inginkan. Untuk standar kalian bias gunakan ukuran kertas international dan pilih A4 dan bentukny Landscape.
3. Klik Horizontal Type Tool [T] di bagian tabel sebelah kiri. Atur tipe tulisan, ukuran tulisan, posisi tulisan, warna tulisan di bagian atas.

4. Setelah itu, ketik Ctrl+O, pilih foto & klik 'Open'. Pilighlah Foto yang akan kalian gunakan.
5. Klik Move Tool [V] di tabel sebelah kiri paling atas, klik gambar tersebut yang kamu mau dan pindahkan ke Layer yang sudah ada tulisan, dan atur ukuran gambar sampai menutupi tulisan dengan cara klik Rectangular Marquue Tool [M] setelah itu klik kanan cari tulisan 'Free Transform'

6. Lalu klik yang saya tandai dan pilih 'Create Clipping Mask'
7. Finally, seperti inilah hasilnya
         
Selamat mencoba teman-teman!
Tunggu tutorial selanjutnya ya …

Selasa, 08 November 2016

Father's love

Hay guys,, kali ini saya akan share sebuah resensi buku yang menceritakan kisah seorang lelaki yang memiliki cinta sejati kepada 1 orang perempuan, dan kekuatan cinta ini mampu membuat lelaki ini bertahan untuk selalu setia walau sang wanita tak pernah membalas cintanya tersebut. Disamping itu buku ini juga menceritakan sebagaimana besar kasih sayang seorang ayah... penasaran? makanya wajib dibaca... :D



RESENSI NOVEL AYAH



Judul              : Memaknai Hidup Dengan Perjuangan
§  Identitas buku     :
1.      Judul buku                 : Ayah
2.      Nama pengarang        : Andrea Hirata
3.      Penerbit                      : Bentang Pustaka
4.      Tahun terbit               : 2015
5.      Jenis Buku                 : Fiksi
6.      Jumlah halaman         : 396 halaman
7.      Ukuran buku              : 20,5 cm x 13 cm
8.      ISBN                          : 978-602-291-102-9



buku ayah
 Ayah adalah salah satu dari sekian novel yang telah ditulis oleh Andrea Hirata, sama dengan novel-novel sebelumnya yang mengambil setting di daerah Sumatera yang masih kental dengan budaya Melayunya. Novelnya kali ini menceritakan seorang lelaki bernama Sabari bin Insyafi selaku tokoh utamanya yang bertempat tinggal di daerah Belantik, Belitong. Novel ini mengulas kehidupan Sabari dari ia bersekolah sampai ia meninggal. Berbeda dengan kebanyakan novel yang beredar di pasar luar lainnya, Andrea disini berusaha menciptakan seorang tokoh yang sangat sabar nan lugu sesuai dengan nama yang diberikannya yaitu Sabari. Dari keluguan dan kesabaran inilah sang tokoh utama akan mengantarkan kita ke dalam sebuah imajinasi tentang kehidupan seorang lelaki lugu dan penyabar yang penuh dengan perjuangan maupun kegigihannya dalam menjalani kehidupan semenjak menginjakkan kaki di bangku SMA hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
 Di awal cerita kita akan diajak membahas seseorang yang digambarkan sedang mengalami tekanan bhatin karena orang yang dicintainya tega meninggalkannya, seseorang yang oleh teman-temannya selalu diingatkan untuk melupakan Lena, perempuan yang menyebabkan dia selalu memegang pensil dan selalu duduk termangu merenungi nasibnya. Senasib dengan seekor kucing yang juga ditinggal minggat oleh istrinya. Namun pada bab selanjutanya kita akan terbawa ke dalam sebuah imajinasi baru, dimana ada seorang anak yang bernama Amiru yang sangat mengagumi ayahnya yang bernama Amirza yang merupakan seorang pekerja buruh pabrik sandal jepit yang tinggal di Kampung Nira, sebuah kampung unik yang seluruh penduduknya mengidolakan Lady Diana dan bahkan sangat berharap agar Lady Diana bersedia mengunjungi kampung miskin ini. Sang ayah hanya memiliki harta berupa sebuah radio usang yang tingkat kejernihan suaranya sangat mengkhawatirkan, sehingga disini diulas bagaimana kegigihan Sang ayah untuk membuat radionya terdengar jernih kembali dan dengan kegigihannya itu terbukti radionya bisa terdengar jernih kembali dengan bantuan lilitan kawat antena yang berada di kandang bebek. Inilah yang membuat Sang anak merasa termotivasi dan sangat mengagumi kegigihan ayahnya. Namun, suatu hari keluarga ini ditimpa sebuah musibah dimana ibu Amiru menderita sebuah penyakit dan harus berobat. Keluarga miskin ini pun dilanda kebingungan untuk mendapatkan uang hingga akhirnya radio kesayangan pun dijual. Tapi diceritakan disini bahwa Amiru berhasil menebus kembali radio tersebut dengan uang hasil keringatnya sendiri, karena betapa ayahnya menyayangi radio tersebut hingga membuat Amiru bertekad untuk mendapatkan radio itu kembali, alhasil segala upaya yang dilakukannya pun membuahkan hasil, Amiru mendapatkan radio itu kembali.
Akhirnya kita diajak untuk melihat cerita tokoh utama kita yaitu Sabari. Sabari yang telah jatuh hati pada seorang gadis yang  mencontek semua jawaban ujiannya pada saat seleksi masuk SMA Negeri, Sabari tak bisa berkata sepatah katapun waktu itu. Ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada gadis yang memiliki mata seindah bulan purnama kedua belas.
Masa SMA pun dimulai, Sabari akhirnya tambah tergila-gila dengan gadis yang ia temui saat seleksi masuk SMA Negeri, yang sekarang kita kenal dengan nama Marlena. Namun sayang semua tak seindah harapan, Marlena gadis pujaan hati Sabari ternyata membalas semua cinta itu dengan kebencian. Akan tetapi dengan bermodalkan seribu puisi cinta yang tak ada habis-habisnya Sabari terus bersikukuh untuk mendapatkan hati Marlena. Namun sayang seribu sayang, kecantikan Marlena ternyata membuat ia berpacaran dengan seorang berandal sekolah akan tetapi tentu saja Sabari yang penyabar ini tetap mempertahankan cinta sucinya walau tak sedikitpun Marlena lirik.
Semua usaha bodoh yang dilakukan Sabari untuk mendapatkan cinta Marlena malah menimbulkan suatu motivasi mendalam bagi  seorang laki-laki yang bernama Izmi. Izmi adalah seorang anak orang kaya yang tiba-tiba menjadi menderita karena ayahnya melakukan korupsi. Akhirnya ia harus bekerja keras dan ini mengakibatkan rapot Izmi selalu berwarna merah tapi semenjak ia melihat kegigihan Sabari Izmi pun termotivasi sehingga berimbas pada rapotnya yang sekarang malah kekurangan warna merah.
Usai menamatkan pendidikannya, sabari memilih untuk bekerja menjadi kuli. Sabari memilih profesi ini berharap agar ia mampu melupakan bayangan Marlena yang setiap saat masih saja menghantuinya, padahal 3 tahun telah berlalu. Namun segala usaha kerasnya untuk melupakan Marlena membuahkan hasil yang pahit, tetap saja bayangan mata indah Marlena membayangi kehidupan Sabari hingga akhirnya Sabari membuat sebuah keputusan untuk bekerja di perusahaan batako milik Markoni yang merupakan ayah Marlena. Disinilah Sabari kembali menemukan kebahagiaan hidupnya, mampu melihat Marlena setiap hari. Hingga tibalah saat Markoni mengetahui bahwa Sabari menyukai anak bungsunya, dia sangatlah murka tetapi Markoni tak sampai hati mengusir Sang pekerja teladan ini dan dia membiarkan Sabari tetap bekerja di perusahaannya.
Musibah, itulah yang Sabari terka ketika mendengar suara barang pecah belah berterbangan ribut dirumah majikannya. Dia mengetahui bahwa bertengkar merupakan suatu rutinitas si pemilik rumah tapi kali ini sangat berbeda, pertengkaran kali ini diwarnai dengan adanya barang-barang yang pecah dan bentakan-bentakan yang teramat keras. Selang beberapa hari akhirnya dia mengetahui sebab muasabab pecahnya barang-barang tersebut yaitu buntingnya anak majikannya yang tak lain dan tak bukan adalah  Marlena. Betapa senang hati Sabari karena akhirnya dia bisa mengambil kesempatan ini untuk menikahi Marlena dengan sangat ikhlas dan pasrah dia menyerahkan dirinya sendiri untuk dinikahkan dengan Marlena. Tapi seperti yang kita ketahui Marlena ini sangat membenci Sabari tapi ditengah keterdesakan akhirnya dia menyetujui solusi ini, yaitu menikah dengan sabari.
Pernikahan pun berlangsung secara sederhana karena banyak tamu undangan yang tidak datang. Mereka tidak mempercai Marlena sang gadis bermata seperti bulan purnama itu menikah dengan Sabari yang bertelingakan cantelan wajan, semua undanga merasa sangat bingung  tak terkecuali sahabat-sahabat Sabari. Tapi dengan segala sukacita sabari dan segala kedukaan Marlena mereka pun akhirnya resmi menjadi sepasang suami isteri.
Biduk rumah tangga pun terjalin tapi malangnya Marlena tidak mau tinggal serumah dengan Sabari, ia memilih untuk tinggal dirumah orang tuanya, Sabari dengan keluguan dan kesabarannya itu pun tidak mempermasalahkan semua itu. Hingga akhirnya seorang bayi laki-laki tampan pun hadir ke dunia ini dan semenjak itu pun Marlena tinggal bersama Sabari. Putranya ini  ia beri nama Zorro. Dibesarkannya Zorro dengan cerita-cerita dan puisi. Zorro amat lekat dengan Sabari yang selain ayah juga  merangkap menjadi seorang ibu, karena Lena sering kabur dari rumah dan tak tahu di mana rimbanya.
Kenyataannya, Lena tidak pernah bahagia dengan bahtera rumah tangga itu. Ia akhirnya tidak tahan dengan rumah tangga yang ia bangun tanpa cinta ini. Hingga akhirnya ia menggugat cerai Sabari. Setelah Marlena menggugat cerai, Marlena pun pergi dengan lelaki lain. Sabari tetap sabar hingga suatu ketika Lena mengambil Zorro dari hidupnya, Sabari bagai orang gila yang merasa hampa. Dihabiskannya waktu untuk melamun di beranda rumah bersama kucing jantannya yang bernasib sama dengannya.
              Zorro yang masih berusia tiga tahun saat dipisahkan dari Sabari terus merengek karena biasanya sebelum tidur Sabari selalu berpuisi atau bercerita macam-macam untuk Zorro. Karena frustasi, Marlena akhirnya memberi kemeja Sabari kepada Si kecil Zorro, dan hanya dengan memeluk kemeja ayahnya itulah ia dapat tertidur lelap. Zorro yang masih kecil mengalami kehidupan yang tak semestinya dirasakan anak seumurannya. Hal ini terjadi karena Marlena selalu saja kawin-cerai kawin-cerai. Beruntunglah, Zorro adalah anak yang cerdas dan memahami kondisi ibundanya. Ia tidak pernah mengeluh dan selalu menghibur hati ibunya,
              Sementara di Belitong, sedih melihat sahabatnya yang makin gila, Tamat dan Ukun, sahabat SMA Sabari akhirnya memutuskan untuk mencari di mana Marlena dan Zorro berada. Pulau Sumatera telah dikelilingi mereka, segala upaya dikerahkan. Hingga  akhirnya, Ukun dan Tamat berhasil menemukan Lena dan Zorro. Lena sudah menikah lagi dengan lelaki bernama Amirza. Zorro pun dinamai ulang dengan nama Amiru. Akhirnya Ukun dan Tamat membawa Zorro kembali ke Belantik untuk menemui ayahanda tercintanya. Zorro alias Amiru segera mengenali aroma  tubuh ayahnya yang dulu setiap malam sebelum tidur selalu dipeluknya.
              Kehidupan terus berjalan hingga ajal mulai mengintai Sabari, dan akhirnya Sabari pun menghembuskan napas terakhirnya dan di batu nisan Sabari tertulis, “Biarkan aku mati dalam keharuman cintamu”. Amiru-lah yang mengukir puisi itu sesuai permintaan Sabari sebelum wafat. Dan, setahun berikutnya, Marlena yang dalam keadaan sekarat berpesan pada Amiru anaknya untuk menguburkan jasadnya di sebelah makam Sabari dan ia juga berpesan untuk menulis “Purnama kedua belas” di nisannya. Purnama kedua belas adalah panggilan kesayangan Sabari pada Marlena sejak pertama kali mereka bertemu. Amiru menurutinya, diukirnya tulisan itu pada nisan ibunya. Sebelumnya, saat ayahnya masih hidup, Amiru bertanya pada ayahnya, apakah ayahnya masih mencintai ibunya? Sabari menjawab, “Ingat, Boi, dalam hidup ini semuanya terjadi tiga kali. Pertama aku mencintai ibumu, kedua aku mencintai ibumu, ketiga aku mencintai ibumu.”
Mungkin pada awalnya novel ini kurang dapat untuk dipahami karena alur ceritanya. Pada bagian depan novel Ayah ini, terdapat 2 cerita yang tokohnya benar-benar berbeda. Apabila kita membacanya hingga belakang, cerita di novel ini menyatu dan kisah yang disambung itu mungkin bisa membuat kita tertawa karena tidak disangka-sangka ternyata si ini adalah ayah si itu dan sebagainya. Saya pun membaca buku ini agak sering membolak-balik karena saya bingung dengan isi novelnya.
Disamping itu, novel Ayah ini menyajikan cerita yang sangat mengharukan, perjuangan seorang lelaki polos dan lugu dalam mengejar cintanya yang pada akhirnya mebuahkan hasil, disamping itu disajikan juga pemandangan kisah seorang ayah yang sangat mencintai anak yang bahkan bukan merupakan anaknya sendiri, Sabari disini memberikan kita pesan secara tersirat bahwa seharusnya kita harus memperjuangkan cinta sejati kita dan selalu setia pada cinta kita. Walau pada akhirnya yang kita cintai malah membenci kita namun cinta tak terbatas pada hal seperti itu. Cinta adalah ketika kita bahagia bisa melihat orang yang kita cintai juga berbahagia. Begitupun menjadi seorang ayah, anak tidak terbatas hanya anak sedarah tapi juga diluar itu. Kita seharusnya bisa belajar dari kisah Sabari untuk selalu berusaha tanpa pantang mundur dalam menggapai apa yang kita inginkan, entah itu kebahagiaan, mimpi-mimpi kita maupun cinta.
                  Melihat novel ini, kita bisa menengok ke salah satu novel yang juga ditulis oleh Andrea Hirata yaitu Edensor, novel ini mengandung unsur keberanian mimpi, kekuatan cinta yang mnegubah hidup, pencarian cinta dan diri sendiri dengan penaklukan-penaklukan yang gagah berani, alur yang susah ditebak sehingga akan membuat pembaca merasa penasaran dan ingin membaca lagi dan lagi, Disamping itu penyampaiannya pun mudah dimengerti sehingga berbeda dengan novel Ayah yang sekiranya lebih susah untuk dimengerti.
Seperti halnya manusia, suatu karya juga akan mengandung kekurangannya masing-masing seperti novel Edensor ini sangat membosankan pada awal-awal cerita yang mengakibatkan pembaca akan mudah untuk beralih dalam membaca novel ini, selain itu judul yang disajikan pun terkesan melenceng karena kita hanya akan tahu makna dari judul Edensor ini di akhir-akhir cerita.
Kedua novel ini telah memuat kisah-kisah yang sangat menginspirasi bagi kita semua, sehingga apapun kekurangannya dapat tertutupi dengan baik oleh kelebihan yang disajikan. Sehingga buku semacam ini pantas dibaca oleh semua kalangan, muda, tua, pejabat, pelajar , dan segala jenis pekerjaan lainnya. Jadi jangan lupa untuk turut serta mengapresiasi karya-karya anak bangsa.


So, guys itulah resensi yang bisa saya share, semoga buku ini bisa menjadi pilihan teman-teman semua ;)